Kembali ke blog
Mei 23, 2026Panduan

Cara Memigrasikan Website ke VPS Baru

Panduan migrasi lengkap: cadangkan file dan database, transfer ke VPS Hiddence, perbarui DNS, dan verifikasi situs.

Cara Memigrasikan Website ke VPS Baru

Memindahkan website ke VPS baru — dari shared hosting atau server lama — memerlukan salin file, database, dan pembaruan DNS. Ikuti checklist ini untuk meminimalkan downtime di server Hiddence Anda.

Sebelum memulai

  • Sediakan VPS baru dengan versi OS/PHP/MySQL yang sama atau lebih baru
  • Pasang web stack (Nginx/Apache, PHP, MySQL/MariaDB)
  • Catat TTL DNS saat ini dan turunkan ke 300 sehari sebelum migrasi
  • Buat cadangan penuh server lama
  • Informasikan pengguna tentang kemungkinan jendela maintenance singkat

Langkah 1: Cadangkan file website

Di server lama, arsipkan direktori situs:

bash
cd /var/www
tar -czvf website-backup.tar.gz yoursite/

# Download to your computer:
scp user@old-server:/var/www/website-backup.tar.gz .

Langkah 2: Unggah ke VPS baru

Salin arsip ke server Hiddence dan ekstrak:

bash
scp website-backup.tar.gz root@NEW_VPS_IP:/var/www/
ssh root@NEW_VPS_IP
cd /var/www
tar -xzvf website-backup.tar.gz
chown -R www-data:www-data yoursite/

Langkah 3: Migrasikan database MySQL

Export di server lama, import di server baru:

bash
# On old server:
mysqldump -u root -p database_name > db.sql

# Copy and import on new VPS:
scp db.sql root@NEW_VPS_IP:/tmp/
mysql -u root -p -e "CREATE DATABASE database_name;"
mysql -u root -p database_name < /tmp/db.sql

# Update wp-config.php or app .env with new DB credentials if needed

Langkah 4: Ganti DNS

Ketika situs berfungsi di IP baru (uji via /etc/hosts atau URL sementara), perbarui catatan A DNS ke IP VPS baru. Tunggu propagasi dan verifikasi:

  • Situs terbuka di domain tanpa error
  • Sertifikat HTTPS valid (terbitkan ulang Certbot jika perlu)
  • Formulir dan login berfungsi (koneksi database OK)
  • Cron job dan pengiriman email berfungsi
  • Biarkan server lama online 24–48 jam sebagai cadangan

Tips migrasi

  • Gunakan rsync untuk situs besar: rsync -avz old:/var/www/site/ new:/var/www/site/
  • Sesuaikan versi PHP untuk menghindari masalah kompatibilitas
  • Uji dengan file hosts: echo "NEW_IP yourdomain.com" >> /etc/hosts
  • Bersihkan cache Redis/Memcached setelah migrasi
  • Jalankan search-replace URL di WordPress jika domain berubah